Mama, Pahami Beberapa Peraturan Tak Tertulis di Sekolah Si Kecil

by - Februari 10, 2020

Source: Freepik/senivpetro



Saat anak sudah memasuki usia sekolah, sebagai orangtua pasti selalu ingin mendukung si Kecil di sekolah tempat ia belajar. Mama tentu sangat bersemangat mengantar anak sekolah dan memberikan dukungan dalam hal apapun. Bahkan, Mama semangat mendukung anak secara maksimal, seperti ikut berpartisipasi menyiapkan acara di sekolah atau membantu anak mengerjakan home project dengan baik. Namun, banyak juga Mama yang biasa-biasa saja dan tergolong cuek dengan sekolah anak. Berdasakan pengalaman saya sebagai seorang guru, berikut adalah beberapa etika yang wajib dimiliki orangtua di sekolah:

Source: Pixabay/ddmitrova

1. Saat Anak Sakit, Biarkan Anak Istirahat di Rumah
Banyak Mama yang merasa bahwa biaya sekolah mahal dan oleh karenanya, anak harus masuk setiap hari meskipun sedang sakit. Tentu hal ini bukan hal yang layak dilakukan, apalagi jika si Kecil benar-benar dalam keadaan lemas dan perlu istirahat. Jika si Kecil sedang sakit, biarkan ia istirahat di rumah untuk pemulihan. Selain untuk memberi kesempatan anak kembali sehat, dengan membiarkan si Kecil istirahat di rumah juga berarti bahwa Mama peduli dengan teman-teman si Kecil di sekolah. Bagaimana tidak, jika si Kecil sakit karena terjangkit virus seperti flu, maka Mama ikut mencegah virus flu bertebaran di kelas anak. Sebaliknya, jika Mama memaksa anak masuk ketika sedang sakit, bisa-bisa teman si Kecil juga ikut tertular lho, Ma.

2. Antar dan Jemput Anak Tepat Waktu
Terkadang sebagai orangtua, Mama juga disibukkan dengan berbagai pekerjaan rumah maupun kantor. Tak jarang, saat tiba waktunya menjemput anak sekolah, Mama datang terlambat. Nah, meskipun sekolah anak memiliki petugas keamanan dan tempat yang aman untuk menunggu jemputan, terlambat menjemput anak bukanlah hal bijaksana untuk dilakukan secara terus menerus. Jika Mama sering terlambat menjemput si Kecil, ia akan merasa sedih karena sebagian besar teman-temannya sudah dijemput. Selain itu, hal tersebut dapat membebani tugas guru untuk menyiapkan segala yang dibutuhkan untuk pembelajaran esok harinya. Cobalah untuk selalu menjemput si Kecil tepat waktu ya, Ma!


Source: Pexels/Daria Shevtsova

3. Pakai Baju yang Sopan
Sekolah si Kecil biasanya memiliki banyak kegiatan yang mengundang orangtua untuk ikut serta berperan aktif. Oleh karena itu, Mama jadi sering pergi ke sekolah si Kecil. Sebelum pergi, pastikan Mama menggunakan baju yang sopan, ya. Mungkin setiap sekolah memiliki peraturan khusus terhadap bagaimana orangtu berpakaian. Namun, pastikan untuk menggunakan pakaian yang nyaman dan pantas dikenakan untuk bertemu guru si Kecil maupun para Mama yang lain ya, Ma.

4. Berkomunikasi dengan Guru
Guru merupakan orangtua kedua anak selama berada di sekolah. Dengan begitu, guru merupakan partner Mama dalam mendidik anak. Mama harus sering berkomunikasi dengan guruterkait dengan perkembangan si Kecil maupun tentang apa saja yang erlu menjadi perhatian bersama seperti kesehatan anak atau sikap anak dalam berteman dan lain sebagainya. Hindari memberikan komplain tanpa berdiskusi terlebih dahulu ya, Ma. Sebaiknya, libatkan guru sebagai partner berdiskusi yang baik tentang anak.

5. Rayakan Ulang Tahun Secara Sederhana
Jika Mama memiliki keinginan untuk merayakan ulang tahun anak di sekolah, pastikan bahwa kegiatan ulang tahun tersebut sangat sederhana dan tidak mengganggu aktivitas belajar di sekolah. Fokuslah pada tujuan bersyukur dan berbagi di hari ulang tahun anak, tidak perlu merayakannya secara besar-besaran. Mama bisa memanfaatkan waktu snack time atau break untuk menyelenggarakannya. Hindari membawa banyak properti, apalagi jika Mama meminta tolong guru untuk menyiapkan segalanya. Namun, sebaiknya Mama bertanya dulu mengenai peraturan perayaan ulang tahun di sekolah anak ya, Ma.


Source: Pexels/Christina Morillo

6. Gunakan Bahasa yang Baik
Saat berkomunikasi dengan guru maupun semua staf di sekolah si Kecil, pastikan Mama menggunakan bahasa yang baik dan benar. Bertutur kata dengan bahasa yang baik membantu Mama menyampaikan maksud perkataan Mama dengan lebih jelas. Selain itu, hal tersebut tentu mampu meminimalisir kesalahpahaman antar pihak sekolah dan Mama. Perlu diingat juga, jika si Kecil bersekolah di sekolah internasional, maka Mama pun disarankan untuk berkomunikasi menggunakan Bahasa Inggris. Pastikan juga Mama selalu menjaga emosi dalam berkomunikasi dengan pihak sekolah ya, Ma.

7. Percaya dan Bekerjasama dengan Guru
Seperti sudah disinggung di poin keempat, guru merupakan partner Mama dalam kaitannya dengan perkembangan si Kecil di sekolah. Untuk itu, bangun relasi dan kepercayaan yang kuat satu sama lain sehingga tujuan pendidikan anak tercapai. Jangan ragu untuk bertanya dan berdiskusi dengan guru terkait hal-hal yang bisa dilakukan Mama di rumah untuk menunjang keberhasilan si Kecil. Percayalah, guru akan merasa sangat senang dan terbuka jika Mama mau bekerjasama demi perkembangan si Kecil.

Intinya, jangan segan untuk aktif terlibat dalam pendidikan si Kecil ya, Ma. Bangun relasi yang baik dengan pihak sekolah dan para Mama yang lain, serta mulai berperan aktif dalam kegiatan-kegiatan sekolah. Jangan lupa untuk selalu bersikap dan berkomunikasi yang baik dengan pihak sekolah, karena sekolah butuh peran Mama untuk tercapainya tujuan pendidikan si Kecil.

You May Also Like

0 komentar